Jumat, 03 Januari 2014

PEDOMAN MUSRENBANG DESA/KELURAHAN TAHUN 2014


Musrenbang Desa/Kelurahan tahun 2014 adalah forum musyawarah tahunan pihak yang berkepentingan untuk mengatasi permasalahan desa/kelurahannya dan pihak yang akan terkena dampak hasil musyawarah, untuk menyepakati rencana kegiatan tahun anggaran 2015;
1.    Tujuan
a.  Menampung dan menetapkan prioritas kebutuhan masyarakat yang diperoleh dari musyawarah perencanaan pada tingkat di bawahnya.
b.    Menentukan daftar prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan sendiri oleh desa melalui APBDes (termasuk Alokasi Dana Desa (ADD)/ Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil Retribusi) ataupun kelurahan
c. Menetapkan prioritas kegiatan yang akan diajukan untuk dibahas pada Musrenbang Kecamatan.
2.    Masukan
Berbagai hal yang perlu disiapkan untuk penyelenggaraan Musrenbang desa/kelurahan adalah:
a.  Daftar prioritas masalah di desa/kelurahan dan kelompok-kelompok masyarakat setempat;
b.  Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes)/ Renstra Kelurahan;
c.   Hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan desa/kelurahan pada tahun 2013;
d.  Formulir yang memudahkan desa/kelurahan untuk menyampaikan daftar usulan kegiatan prioritas ke tingkat kecamatan;
e.  Informasi dari Pemerintah Kabupaten tentang indikasi jumlah ADD dan sumber pendanaan lainnya yang sah yang akan diberikan kepada Desa untuk tahun anggaran 2015;
f.    Informasi program PNPM (Mandiri Perdesaan, Mandiri Perkotaan) atau program lanjutannya
g.  Usulan bantuan sosial maupun hibah kepada masyarakat.
3.    Mekanisme
a.   Tahap Persiapan, dengan kegiatan sebagai berikut:
1)     Kepala Desa/Lurah menetapkan Tim Penyelenggara Musrenbang yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Seksi-seksi dengan Keputusan Kades/Lurah
2)     Tim Penyelenggara melaksanakan hal-hal sebagai berikut :
                                           a)   Penyampaian secara terbuka jadual dan agenda Musrenbang Desa/Kelurahan;
                                              b)    Menyiapkan peralatan dan bahan/materi serta notulen;
                                             c)     Menyusun tata tertib atau ketentuan Musrenbang Desa/Kelurahan;
                                  d)    Menyiapkan Berita Acara hasil Musrenbang desa yang diketahui oleh Kepala Desa/Lurah, meliputi pejabat Kecamatan, unsur BPD, masyarakat dan delegasi dusun.
b.  Tahap Pelaksanaan, dengan agenda sebagai berikut:
1)     Pembukaan oleh Kepala Desa/ Lurah.
2)  Penjelasan mekanisme Musrenbang oleh Tim Penyelenggara Musrenbang Desa berikut pembacaan agenda dan tata tertib Musrenbang Desa
3)     Paparan-paparan sebagai masukan bahan musyawarah dan diskusi :
                                            a) Pemaparan prioritas kegiatan pembangunan di desa/kelurahan oleh Kepala Desa/Lurah;
                                            b) Pemaparan oleh Camat atau aparatur pemerintah kecamatan
                                            c) Pemaparan potensi dan masalah utama yang dihadapi masyarakat desa/kelurahan oleh perwakilan masyarakat;
4)     Diskusi Kelompok
Diskusi kelompok yang dipandu oleh Tim Pemandu Musrenbang Desa dengan metode serta langkah-langkah sebagai berikut
a. Membagi peserta dalam 3 (tiga) kelompok bidang :
1)  Bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya seperti pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, pemberdayaan perempuan, kemiskinan, dan sebagainya.
2)  Bidang Ekonomi seperti usaha ekonomi produktif rumah tangga, sarana prasarana perekonomian rakyat, dan kegiatan sektor-sektor produktif lainnya seperti pertanian, perikanan, industri, dan sebagainya.
3)  Bidang Fisik seperti jalan dan jembatan,gedung, pengairan dan air bersih, drainase dan persampahan, dan sebagainya.
b.Peserta pada masing-masing kelompok bidang membahas setiap usulan kegiatan hasil musyawarah rembug dusun diselaraskan dengan RPJM-Desa dan Rancangan RKP-Desa 2015;
d. Masing-masing kelompok bidang menentukan urutan skala prioritas dengan memperhatikan faktor-faktor berikut: (a) keterkaitannya dengan RPJM-Desa; (b) tingkat kemendesakan; (c) keberpihakan atau nilai kemanfaatannya bagi warga miskin; (d) dampak dan keberlanjutan kegiatan; dan (e) peluang ketersediaan sumberdaya, termasuk pendanaan kegiatan. Apabila metode tersebut tidak memungkinkan, maka pengambilan suara (voting) dapat ditempuh sebagai alternatif dalam menentukan urutan/skala prioritas kegiatan.
Diskusi kelompok tersebut merumuskan alokasi sumber-sumber pendanaannya yaitu :
i).    Usulan kegiatan yang akan dibiayai/dikerjakan murni dari dana swadaya masyarakat desa setempat.
ii).   Usulan kegiatan yang akan dibiayai ADD dari alokasi/komposisi dana stimulan pemberdayaan masyarakat (sebagaimana diatur Pasal 68 ayat 1 Peraturan Pemerintah No.72 Tahun 2005 tentang Desa).
iii).  Usulan kegiatan yang akan dibiayai dari stimulan dana Bantuan Langsung Masyarakat/BLM program-program sektoral di tingkat desa seperti, PUAP, Pamsimas dan sebagainya.
5)     Musyawarah penentuan Tim Delegasi Desa yang akan mewakili desa pada forum Musrenbang Kecamatan.
6)     Pembahasan dan penyepakatan rancangan RKP Desa ditetapkan dengan Peraturan Kepala Desa;
7)     Penandatanganan Berita Acara oleh perwakilan peserta, BPD dan Kepala Desa, disaksikan pihak pemerintah kecamatan.
8)     Pembacaan Berita Acara hasil Musrenbang Desa Tahun 2014 agar seluruh peserta mengetahui hasil-hasilnya.
9)     Penutupan oleh Kepala Desa.
Catatan:
Dalam hal kondisi dokumen penunjang tidak lengkap atau keterbatasan narasumber, Musrenbang Desa/Kelurahan tetap dilaksanakan, agar prioritas kegiatan tahunan dapat disusun melalui musyawarah desa/kelurahan setempat. Semua kondisi ini dicatat oleh notulen dalam Berita Acara Musrenbang Desa/Kelurahan.
4.   Keluaran
Keluaran yang dihasilkan Musrenbang Desa/Kelurahan adalah Dokumen Rencana Kerja Pembangunan Desa/Kelurahan yang berisi:
a.    Daftar prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan sendiri oleh desa melalui APBDes (termasuk Alokasi Dana Desa (ADD)/ Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil Retribusi) ataupun kelurahan
b.   Daftar Prioritas kegiatan yang akan diusulkan ke kecamatan untuk dibiayai melalui APBD Kab. APBD Prov maupun APBN di Renja SKPD.
c.    Delegasi untuk mengikuti Musrenbang Kecamatan.
d.   Berita acara Musrenbang Desa/Kelurahan.
e.    Usulan bantuan sosial/hibah ke SKPD terkait
5.   Peserta
Peserta Musrenbang Desa/Kelurahan adalah komponen masyarakat yang berada di Desa/Kelurahan seperti: Ketua RT/RW, Kepala Dusun, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), ketua adat, kelompok perempuan, kelompok pemuda, organisasi masyarakat, pengusaha, kelompok tani/nelayan, komite sekolah, dll.
6.   Narasumber
Kepala Desa/Lurah, ketua dan para anggota BPD, Camat dan aparat kecamatan, Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas, pejabat instansi yang ada di desa.
7.   Waktu pelaksanaan
Musrenbang Desa/Kelurahan dilaksanakan Minggu kedua  Bulan Januari 2014  untuk seluruh Desa/Kelurahan di wilayah kecamatan yang  bersangkutan.
kembali klik disini

Baca Selengkapnya.....

Kamis, 18 Juli 2013

Program Magang ke Jepang bagi RTS-PM

Membaca Surat dari Kepala UPT PK (Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan) Kab. Sragen yang ditujukan kepada semua Camat se Kabupaten Sragen yang isinya agar memerintahkan Petugas UPT  PK Kecamatan untuk mengirim sedikitnya 4 (empat) orang bagi RTS-PM (Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat) sebagai calon Peserta Pelatihan Magang ke Jepang, selanjutnya bisa dibaca Surat tersebut dibawah ini, dan klik Surat agar bisa tampil lebih besar.......

kembali klik disini
Baca Selengkapnya.....

Rabu, 10 Juli 2013

ADAKAH IDE CERDAS DAN CEMERLANG

Tidak ada salahnya manakala dalam otak ini ada pergumulan tentang memikirkan suatu masalah yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang lain, sehingga bisa jadi hasil pergumulan ini hanya angan kosong saja atau mungkin bisa dibilang suatu Inovasi.....,semua terserah anda.......,yang pasti satu hal perlu dipikirkan bersama.......








  

 Kalau begitu apakah aku harus bilang.....wow....gitu ya......

kembali klik disini
Baca Selengkapnya.....